6/18/2013

stages/tahap-tahap/maqam ma'rifatullah

1.    Al-Zuhud
Zuhud adalah suatu keadaan meninggalkan keduniawian dan hal-hal yang bersifat kematerian. Orang zuhud menyimpan harta di tangannya, bukan di dalam hatinya. Jadi orang zuhud tidak akan sedih meskipun kehilangan hartanya. Zuhud merupakan suatu  ajaran agama yang sangat penting dalam rangka mengendalikan diri dari kehidupan dunia. Orang yang zuhud cenderung mengejar kehidupan akhirat yang kekal dan abadi dari pada kehidupan dunia yang fana dan sementara.

2.    Al-Taubah
Taubah berasal dari bahasa Arab yang artinya kembali. Taubat dalam pencapaian ini memiliki arti taubat yang sebenarnya (taubat al-Nasuha) yaitu menyesali segala perbuatan dosa yang pernah dilakukan dan berjanji serta bersungguh-sungguh untuk tidak melakukannya lagi. Para salik adalah orang yang selalu menyesali diri ketika berbuat dosa, dan hal itu dilakukan setiap hari, karena bagi mereka dosa yang lalu belum tentu mendapat pengampunan dari Allah.

3.    Al-Wara’
Wara’ memiliki arti saleh, menjauhkan diri dari perbuatan dosa (hal-hal yang tidak baik). Wara’ dalam pengertian ini adalah meninggalkan sesuatu yang diragukan halal dan haramnya (syubhat)dan tidak jelas asal-usulnya.

4.    Al-Faqr
            Pada umumnya fakir diartikan sebagai orang yang berhajat, butuh, atau orang miskin. Sedangkan dalam pandangan salik, fakir adalah tidak meminta lebih dari apa yang telah ada pada diri kita. mereka tidak meminta rezeki kecuali hanya untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya saja.

5.    Al-Shabr
Secara harfiah sabar berarti tabah hati. Sabar merupakan salah satu maqam utama para salik. Bagi mereka kesabaran adalah syarat mutlak untuk mencapai tingkat spiritual yang khusus. Dikalangan para salik sabar terbagi menjadi tiga, yaitu sabar untuk menghindari maksiat, sabar dalam ketaatan, dan sabar ketika mendapat musibah.
Menurut Ali Ibn Abi Thalib bahwa sabar itu adalah bagian dari iman sebagaimana kepala yang kedudukannya lebih tinggi dari pada jasad. Hal itu menunjukkan bahwa sabar sangat memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.

6.    Al-Tawakkal
Tawakkal mempunyai arti menyerahkan diri. Tawakkal berarti menyerahkan diri pada qada dan keputusan Allah. Jika mendapat pemberian meraka akan bersyukur dan jika tidak mendapat apa-apa mereka akan bersabar. Menyerahkan kepada Allah dengan Allah dan karena Allah.

7.    Al-Ridla
Secara harfiah ridha mempunyai arti rela, suka, senang. Para pencari tuhan mengartikan ridha adalah penerimaan seseorang atas keputusan Allah. Ketika seorang salik melatih diri untuk menerima keputusan Allah, ia akan menutup dirinya dari pilihan-pilihan lain selain pilihan Allah.
Keridhaaan yang dipraktekkan oleh para salik adalah buah penerimaan mereka terhadap Allah sebagai Tuhan yang menentukan segala-galanya.ada sebuah ikrar yang populer di kalangan salik atau pencari tuhan, yaitu ”Aku ridha (menerima) Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi dan rasul.


                                                                                                                                       ---emyr---

Tidak ada komentar: